Mantugaul's Gaul Site

Talk Less Pics More

Review Bromo & Air Terjun Madakaripura, Pesona Jawa Timur 2 Oktober 2012


Bromo

Perjalanan mantugaul ke Bromo menyambung dari perjalanan ke Taman Nasional Baluran. Karena perjalanan pulang melewati Probolinggo, yang menjadi kota persinggahan untuk menuju ke Gunung Bromo, sehingga saya pun turun di kota Probolinggo.

Jika Anda dari arah Barat maupun Timur, kota Probolinggo ini sangat mudah dijangkau, karena letaknya masih di pantura sehingga perjalanan dari Jakarta ke Bali pastinya akan melewati Probolinggo. Jika Anda start dari Surabaya maka banyak bus yang bernama bus AKAS yang rute Surabaya – Banyuwangi berangkat hampir setiap 1/2jam. Ongkos transport Surabaya – Probolinggo Rp22.000/trip. Sebaliknya juga sama.

Perjalanan dimulai dari terminal Bayuangga Probolinggo. Karena jika Anda tidak membawa kendaraan maka Anda harus menaiki kendaraan umum di terminal ini. Dan hanya ada dua kendaraan umum yang bisa Anda membawa ke atas Gunung Bromo, yaitu:

– Bison, sebuah kendaraan Isuzu mirip Elf tapi model lama. Biayanya Rp25.000.

– Ojek motor Rp75.000.

Kelemahan Bison adalah Anda harus tunggu hingga 10 orang baru sopirnya mau berangkat, jika tidak Anda harus membayar Rp250.000 untuk berangkat langsung. Saya terpaksa menunggu 1 jam dan tidak mencapai 10 orang, hanya ada 2 orang Jerman dan saya setelah 1 jam menunggu. Karena waktu semakin sore, akhirnya kami sepakat seorang membayar Rp80.000 agar sopirnya mau berangkat tanpa menunggu lagi. Sehingga total menjadi Rp240.000. Sementara jika pakai motor Rp75.000 hanya bisa 1 orang, tentunya lebih aman naik Bison.

Maka perjalanan pun dimulai, berikut posisi peta Bromo:

Posisi Gunung Bromo S7.92300 E112.96436

Kendaraan umum Bison Rp25.000/orang/trip

Selama perjalanan menuju Bromo Anda akan disuguhi landscape khas perbukitan dari berbagai sisi, sangat indah jika siang hari karena jika semakin malam akan tertutup kabut. Semakin tinggi tentunya semakin dingin. Siapkan jaket atau baju dingin Anda. Lama perjalanan 37km (dari terminal ke penginapan). Tujuan saya Desa Cemoro Lawang.

Hal pertama yang harus Anda lakukan tentunya mencari penginapan, tidak mungkin ke Bromo tanpa menginap, kecuali bawa tenda. Hal ini disebabkan karena indahnya Bromo adalah saat matahari terbit. Sekitar jam 4 Anda sudah harus berangkat ke spot yang selalu dipadati turis, yaitu Penanjakan.

Penanjakan disini ada dua, yaitu penanjakan 1 dan penanjakan 2 tapi karena penanjakan 1 sedang diperbaiki jalannya sehingga saya perginya ke penanjakan 2. Penanjakan 1 lebih tinggi dan jika sedang berawan maka Anda akan berada di atas awan. Penanjakan 2 lebih rendah tapi dinginnya luar biasa😀

Untuk penginapan Anda harus sesuaikan budget, jika tak ingin melebihi Rp100.000 maka hanya homestay pilihan Anda, tiada air hangat dan sharing kamar mandi, maka Anda yang tak tahan dingin pastinya gak akan mandi🙂

Penginapan yang terkenal disini adalah Yoschi, sebuah penginapan ala backpacker yang dimiliki orang Jerman. Namun saya tidak tinggal disitu karena letaknya masih jauh dari pusat perkampungan Cemoro Lawang yaitu 4.5km, maka saya nginapnya di sebuah homestay bernama Homestay Anatengger. Rupanya banyak bule serumah dengan saya. Biayanya Rp100.000/malam.

Akses ke warung dan kantin hanya beberapa rumah.

Penginapan Anatengger

Cemoro Lawang, photo by bocah.info

Peta dilihat dari udara

Nah sampai di homestay, Anda harus segera melakukan booking perjalanan. Setelah saya mendapat informasi dari warga setempat yang kebanyakan adalah tour guide hasilnya sebagai berikut:

– Wisata di Bromo 1 malam sudah cukup, beberapa spot bisa Anda kunjungi yang letaknya tidak berjauhan.

– Saya mengikuti paket wisata Rp90.000, dengan mobil 4WD, menuju ke dua tempat yaitu Penanjakan 2 dan Kawah Bromo. Anda akan dijemput sekita jam 3:30-4:00 pagi hari. 1 mobil jeep bisa muat 6 orang, saya semobil dengan orang Semarang, Perancis dan ada satu solo traveler dari Irlandia, negerinya Westlife🙂

– Yang kedua, saya menyewa ojek Rp150.000. Nah ini itinerary saya buat sendiri yaitu ke Padang Savanna (letaknya di belakang Gn Bromo), lalu ke Air Terjun Madakaripura (letaknya jauh dari Bromo, sekitar 31km dari Bromo) kemudian balik ke terminal Bayuangga Probolinggo. Melihat biaya yang saya keluarkan saat naik ke Bromo Rp80.000, Rp150.000 untuk tambahan trip ke air terjun serta ini VIP trip karena hanya membawa saya sendiri (tentu saja kan pakai motor hehehe), biayanya termasuk wajarlah.

Segera saya istirahat dan mempersiapkan untuk perjalanan keesokan harinya.

Sekitar jam 3:30 ada orang ketok kamar saya untuk meminta saya siap-siap. Gak taunya jam 4:00 baru benar2 sampai tuh mobil. Dan langsung meluncur ke Penanjakan 2.

WOWWWW, subuh hari udaranya dan anginnya dingin sekali. Untung saya membawa selimut dari kamar hotel hehehe, silakan bawa asal ingat dikembalikan lagi.

Jalanan masih gelap dan lumayan susah medannya, bawa anak kecil bukan ide bagus. Untung saya bawa senter juga.

Ini mobil 4WD yang membawa wisatawan

Mobil2 parkir di sini lalu Anda harus jalan kaki lagi keatas sekitar 30 menit

Jika gak kuat jalan ada jasa kuda, sekitar Rp20rb-50rb

Sunrise di Penanjakan 2

Sampai juga di spot Penanjakan 2

Bromo tampak dari Penanjakan 2 saat sunrise

Mantugaul was here

Tampak dari kejauhan Gunung Semeru masih terbatu-batuk mengeluarkan asap

Tampak dari sini, Pura Luhur Poten Bromo

Tangga saat menaiki penanjakan 2

Semua pada naik, saya ikut naik, semua pada turun, saya ikut turun🙂

Siluet wisatawan asing di penanjakan 2

Kembali ke jeep dan melanjutkan ke kawah Bromo

Sampai di kawah, loh kok gak ada kawahnya? Ternyata masih jauh sekali dan harus jalan kaki ke atas kawah

Ah naik kuda aja, PP Rp50rb

Gunung Batok dari dekat

Track menuju kawah Bromo

Kuda parkir disini, lalu naik tangga lagi😦 Seandainya ada elevator😀

Pemandangan ke bawah dari tangga kawah

Sampai juga di puncak, kawahnya kayak gini

Musim kemarau ini banyak angin dan debu, siapkan masker dan kacamata renang

Tangga bromo membuat kaki mati rasa🙂

Sekitar 300 anak tangga

Untung bawa kacamata renang, masker bisa beli Rp5.000

Di bawah tangga ada semacam tempat sesajian

Pas turun, motor pesanan saya sudah siap, saya langsung cabut menuju ke padang savanna dibalik gunung bromo

Perjalanan ke padang savanna kayak gini

Perjalanan ke padang savanna sebelah kanan saya

Perjalanan ke padang savanna sebelah kiri saya

Sampai di padang savanna

Saat pulang, ketemu badai pasir mini, lagi2 untung bawa kacamata renang

Naik motor di lautan pasir Bromo tak terlupakan

Sekarang menuju ke Air terjun Madakaripura, perjalanan harus turun gunung lalu naik lagi tapi kearah berbeda (31km dari arah bromo)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura (S7.84744 E113.01612)

Air Terjun Madakaripura, dalamnya 7 meter

Indahnya Indonesia bikin mau lompat🙂

Kesimpulan:

Menurut lonely planet, Bromo adalah gunung terbaik ketiga di dunia yang layak didaki tanpa menggunakan peralatan khusus/pemandu/jasa potter. Yang dua pertama ada di Rusia dan Yunani, sehingga Anda orang Indonesia harusnya bersyukur punya daerah tak kalah indah dari gunung di negara lain. Gunung Fuji di Jepang saja masuk urutan 9. Artinya Bromo ini adalah salah satu tujuan wisata hot di dunia ini.

Jadi Bromo seharusnya menjadi tempat wisata tujuan Anda berikutnya kalau belum pernah kesini🙂

Sementara air terjun madakaripura adalah air terjun unik, belum pernah saya lihat air terjun yang ada warna hijau/biru. Rata2 air terjun yang pernah saya lihat tidak bewarna, tapi yang ini sangat unik.

Beberapa tips bagi Anda yang ingin berkunjung ke Bromo/Air Terjun Madakaripura:

– Kendaraan pribadi tidak bisa dipakai lagi menuju ke penanjakan sejak tahun 2009. Karena ada kebijakan untuk menafkahi penduduk setempat dengan menggunakan jasa mereka.

– Bromo termasuk medan tidak mudah bagi anak-anak/orang tua. Angin kencang, udara dingin subuh hari bisa mencapai 3-5º celcius. Untung saja ada jasa kuda.

– Saat kemarau ada baiknya membawa pelindung wajah/mata

– Sarung tangan sangat penting kalau tak tahan dingin

– Khusus untuk air terjun, ada pemandu yang bersikeras untuk memandu Anda karena jalanan ke air terjun terputus-putus, kalau ramai sih boleh saja, karena saya sendiri, saya nekad jalan sendiri dan menghemat Rp50.000/pemandu. Nanti Anda sewa payung saja Rp5.000 di pondok yang jual makanan. Karena untuk masuk ke air terjun paling dalam, Anda harus melewati air terjun, pasti basah kalau tak ada payung.

– Musim penghujan bukan waktu bagus ke air terjun karena arusnya yang sangat kuat sehingga akses ke air terjun utama tidak bisa dilalui karena derasnya aliran air.

– Kalau Anda berani silakan berenang di air terjun, dalamnya 7 meter!!

.

Jika Anda ingin track GPS, silakan ambil disini: http://sdrv.ms/QaQK6D

.

My other posts:

https://mantugaul.wordpress.com/all

 

35 Responses to “Review Bromo & Air Terjun Madakaripura, Pesona Jawa Timur”

  1. Pin Says:

    Bagus nih Om. Keep it up.

  2. maddakhil Says:

    Habis baca reviewnya jadi pengen ke bromo oiii…

  3. bleetzi Says:

    gokil juga ide nya pake kacamata renang =D

  4. Anonim Says:

    bagus sekali reportasenya…. jempol tangan kaki ampe gak cukup buat ngasih apresiasi… really nice job !!!

  5. Anonim Says:

    Gan, nanya donk,,mau coba ngetrip ksana juga nih
    1.estimasi waktu puas2in manteng di bromo, savana, n pasir berbisik brapa lama ya?
    2. Dari Bromo ke Markadipura kira2 brapa jam?
    Thanks ya infonya…

  6. mantugaul Says:

    riekhansa: 1 hari. 1 jam

  7. Manstapp foto nya gun🙂

  8. bromo tour Says:

    Air Terjun madakaripura sangat indah tpi sayang terlalu berbahaya untuk mengunjunginya karena akses menuju wisatanya hanya satu dan harus melewati sungai.

  9. Cak Arief Says:

    Mantab Bos reviewnya .. .. ..

  10. […] Sudah agak terang makin keliatan deh… oiya untuk kejelasan harga bisa juga di copas link ini karena ada detail haraga dan tiket masuk ke Bromo karena berhubung menggunakan jasa pihak ketiga jadi ya.. kita hanya terima beres saja dan langsung menikmati hehehe  turis banget deh nie dia linknya https://mantugaul.wordpress.com/2012/10/02/review-bromo-air-terjun-madakaripura-pesona-jawa-timur/ […]

  11. Bromo Tanjung Pondok Tani
    Dalam rangka Memperkenalkan ” Kawasan Tengger-Bromo” dari segala aspek, kami buka pondok tani tanjung-tosari unt umum, “tanpa tarif” (khusus untuk rombongan)
    @.kamar los + 2 km mandi luar, dapur, teras serba guna, kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukkan dana “sukarela” ke kotak dana perawatan pondok pertanian.
    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 – 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

  12. yogi Says:

    kalo dari gunung bromo ke padang savana dan air terjun Madakaripura bisa ditempuh dengan berjalan kaki engga ya,
    Ts sendiri perjalanan ke padang savana dan air terjun Madakaripura menggunakan motor jeg berapa jam ya,

  13. mantugaul Says:

    Yogi: 1 jam lebih

  14. msy Says:

    Tanya dong, kl saya penginapan di porbolinggo, utk lihat sunrise keluar jam brp dr porbolinggo utk tiba di panajakan 2?
    Sewa jeep nya dimana ya?

  15. mantugaul Says:

    msy: jam 00:00 … di Cemoro Lawang

  16. info dan foto2nya keren gan.. nice info

  17. Anonim Says:

    klo bawa anak Kecil 2 tahun memungkinkan g’ ya..,..???

  18. mantugaul Says:

    anonymous: tergantung kekuatan yg gendong

  19. Anonim Says:

    haiii mau tanya dong…untuk sewa ojeg itu dimananya ya? apa ada yang nawarin langsung pas di bromo? ato mungkin pnya contact number ojegnya?

  20. mantugaul Says:

    Anonymous : bak penjual tahu sumedang kala macet banyak banget

  21. Cak Arief Says:

    Foto-tonya kok tidak ada koordinatnya ??? hehehehe

  22. mantugaul Says:

    Cak arief: ketahuan belum buka exifnya🙂

  23. Beno Says:

    Nice Foto
    visit Bromo Just Click http://javatravelline.com/

  24. Mas kalo naek ojek dari bromo ke madakaripura memungkinkan ga? Apa di bromo banyak tukang ojek? Thanks.

  25. mantugaul Says:

    cuni: kan memang di Review aku pakai ojek… Coba dibaca lagi…

  26. EyLonk Isme Says:

    makasih infonya kang🙂

  27. hasti Says:

    makasih infonya kang mas

  28. kalo musim ujan gini recomended nya pake kacamata renang sma masker juga ga gan??

  29. mantugaul Says:

    Dani: sebaiknya bawa

  30. itu mas brngkat dr ponorogo jm brapa?

  31. maksudnya probolinggo mas hehehe

  32. malem kira2 masih ada bison nya ga mas?

  33. mantugaul Says:

    Dani: gak ada

  34. wah, oke mas makasih infonya, dtunggu update trip selanjutnya hhe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s