Mantugaul's Gaul Site

Talk Less Pics More

Review Dieng Plateau, Wisata Dataran Tinggi Visit Jateng 2013 4 November 2012


Candi Arjuna

Saat mendekati daerah Dieng, saya melihat banyak papan berlogo Visit Jateng 2013, tampaknya salah satu wisata Jawa Tengah yang disiapkan Pemda setempat adalah Dataran Tinggi Dieng, akan bersaing dengan banyak tujuan lain seperti Baturaden, Borobudur, Karimun Jawa, dan masih banyak lagi.

Dengan banyaknya pilihan, mengapa Dieng harus dijadikan tempat wisata bagi Anda? Mari kita kupas satu-satu.

Terletak di sekitar 2.000meter diatas permukaan laut, Dieng menjadi salah satu desa yang hawanya sejuk, apalagi malam akan dingin sekali. Tercatat suhu siang hari adalah 15-20ºC, sementara malam adalah 10ºC. Dan saat kemarau di bulan Juli & Agustus suhunya mencapai 0ºC dan akan terjadi embun beku/embun racun karena merusak tanaman pertanian.

Anda bisa temukan beberapa prasasti/Candi Hindu di daerah ini karena dulunya ada Kerajaan Medang/Galuh pada abad ke 7.

Pertama kesini saya hanya tahu ada telaga warna, yang terkenal karena bisa berubah warna karena kandungan sulfurnya yang tinggi. Namun saat makan siang di Resto Bu Jono (diatasnya penginapan, saya menginap disini satu malam), didindingnya tergantung foto sunrise gunung yang mirip dengan yang saya lihat di Bromo, ternyata itu Gunung Sindoro, terletak di bagian Timur Dieng dan view sunrise terletak di Bukit Sikunir yang sangat dekat dengan Desa Sembungan, yaitu Desa tertinggi di Pulau Jawa.

Penasaran? Tentu saja, saya cari info dan menemukan bahwa jam 4 pagi sudah harus berangkat dari Dieng untuk menuju ke bukit sikunir.

Sambil menunggu keesokan harinya, saya mengunjungi banyak tempat di Dieng ini.

Mari kita lihat petanya, semua foto ada titik koordinatnya:

Peta Jawa Tengah

Karena saya start dari Tegal, maka jalur yang dilalui adalah melalui Pantura, belok ke selatan saat berada di Wiradesa. Jalur ini jalannya aman, besar, bisa dilalui mobil. Kerusakan minor terjadi di beberapa titik tapi masih dapat ditoleransi. Wiradesa letaknya sebelum masuk Pekalongan dari arah barat pantura. Dari Wiradesa butuh sekitar 100km untuk mencapai Dieng.

Peta daerah Dieng

Mengunjungi Dieng sebetulnya tidak perlu nginap, karena 1 hari sudah cukup mengunjungi hampir semua tempat wisata, namun jika Anda ingin melihat sunrise, tidak ada cara lain selain menginap di Dieng atau Sembungan. Jika Anda dari daerah selatan seperti dari Yogyakarta maka Anda harus melalui kota Wonosobo.

Peta 3D Dieng

Dari peta 3D diatas, terlihat bahwa titik sunrise di sebelah timur menghadap Gunung Sindoro. Di belakang Sindoro adalah Gunung Sumbing (Gunung tertinggi ke-3 di pulau Jawa setelah Semeru dan Slamet).

Dataran tinggi Dieng adalah sebetulnya gunung raksasa yang masih aktif, sehingga kalau Anda berada di Dieng, maka terlihat sepanjang jalan kepulan asap dari kawah yang lucu karena letaknya di pinggir jalan, kalau kawah kan asumsinya berada di gunung, tapi di Dieng kawahnya seperti kolam tapi mengepul-ngepul mengeluarkan asap berbau belerang.

Beberapa kawah digunakan untuk keperluan sumber tenaga alam misal untuk pembangkit listrik.

Sumur Jalatunda

Kawah Sileri

Telaga Pengilon

Patung Mahapatih Gajahmada

Ukiran patung di telaga warna

Goa Pengantin

Telaga warna tampak mengering di musim kemarau ini

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang tampak dekat

Kawah Sikidang tampak jauh

DPT=Dieng Plateau Theater

Desa tertinggi di pulau Jawa, Desa Sembungan

Candi Gatotkaca, depannya Museum Kailasa

Telaga Cebong

Kompleks Candi Arjuna

Candi Arjuna

Candi Arjuna tampak dalam

Telaga Merdada

Gerbang dekat sumur jalatunda

Losmen dan Restoran Bu Djono, Rp75.000/malam (hot water, sharing bathroom)

Nasi goreng khas Dieng, penuh sayurannya, manis dan enak

Wajib makan, kentang goreng Dieng, KFC aja beli kentangnya Dieng🙂

Mie Ongklok khas wonosobo, benar-benar maknyes

Minuman khas Dieng untuk stamina, pedas seperti jahe, dalam bentuk siap seduh, kopi atau susu.

Losmen Bu Djono Rp75.000

Kamar mandi Losmen (hot water)

Sebelum daki, Anda harus parkir kendaraan Anda disini, dari sini mendaki bukit sikunir sejauh 560meter, kira2 1/2jam sudah sampai diatasnya

Jalan mendaki

Waktu mendaki masih gelap, bawa senter yak, kalau kepeleset langsung masuk jurang loh😦

Golden sunrise di bukit sikunir

Menjelang sunrise

Dari bukit sikunir juga bisa melihat desa dieng

Mentari tak pernah telat hadir🙂

Momen golden sunrise Dieng

Pemandangan sekitar bukit sikunir

Pemandangan langit di bukit sikunir

Panorama Sunrise

Panorama Telaga Cebong

Panorama Kompleks Candi Arjuna

Panorama Telaga Warna

Kesimpulan:

Kalau ke Dieng usahakan melihat Golden Sunrise di bukit Sikunir, ini adalah prioritas nomor satu. Orang lokal juga ingatkan saya, kalau ke Dieng gak lihat sunrise itu namanya belum ke Dieng🙂

Selain sunrise, telaga warna dan kawah sikidang termasuk wajib dikunjungi. Cukup unik karena fenomena alam ini sulit dilihat di tempat lain.

Sementara kalau kuliner tentunya mie ongklok dan kentang gorengnya wajib dicoba. Oleh-oleh bisa bawa pulang jamu purwaceng yang terkenal khasiatnya itu.

Visit Jateng 2013, tentunya Dieng bisa dijadikan salah satu tujuan yang harus dikunjungi, pemugaran juga terlihat di Candi Bima. Terletak tak jauh dari telaga warna.

Tidak banyak dataran tinggi di Indonesia, Dieng dan Bromo contoh dataran tinggi di Jawa.

Bila tertarik mengunjungi, silahkan download track GPS di link dibawah ini.

.

Track GPS: http://sdrv.ms/RcXbon

Website informasi: http://www.sikunir.com

.

My other posts:

https://mantugaul.wordpress.com/all

 

9 Responses to “Review Dieng Plateau, Wisata Dataran Tinggi Visit Jateng 2013”

  1. Khama Says:

    Mantab reviewnya… rencana mau mampir kesini gak jadi-jadi.. thanks om Syd..

  2. Willy Maringka Says:

    Dulu saya sering ke daerah Dieng, tapi gak sampe ke puncaknya, saya nginap di desa Tambi, perkebunan teh, sampe akhirnya beli lahan 1 ha disana (sekarang lahannya nganggur, kadang2 disewa orang), lama2 capek juga bolak balik Jakarta – Dieng. Siapa yang mau pakai lahanku ?
    Udara disana memang membuat saya betah, dingin alami, sebelum sore sudah tertutup kabut.

    Jadi pengen kesana lagi nih…

  3. Keren nih Foto-fotonya, kapan ke Dieng lagi …

  4. Pin Says:

    Thanks atas reviewnya om🙂

  5. Langit Says:

    belum ke Dieng kalo belum ke Sikunir.. huft😐
    itu golden sunrisenya bikin ngiri :v

  6. Agus BonaR Says:

    mantap lengkap padat infone mas bro.. (y)

  7. nina Says:

    punya no kontak penginapannya gak? minta yaa…

  8. mantugaul Says:

    Nina: ada di buku lonely planet indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s