Mantugaul's Gaul Site

Talk Less Pics More

Review Kota Lucerne, Kota Engelberg & Kota Paris, Nuansa Kental Khas Eropa 11 Mei 2013


Eiffel Tour

Setelah melawat negara Italia kini kita ke tetangganya yang menempel, yaitu Negara Swiss. Saat melewati Swiss dengan bus kita hanya melalui border biasa, seperti melewati rest area gitu, gak perlu turun, gak perlu cap paspor, dan tak ada pemeriksaan. Padahal Swiss tidak tergabung dalam negara Uni Eropa dalam hal finansial, artinya jika di Italia kita memakai uang Euro maka di Swiss memakai mata uang Swiss Franc. Namun Swiss tergabung dalam Uni Eropa dalam hal kebijakan travelling, jadi visa Schengen Anda tetap berlaku di negara Swiss.

Lalu jika Anda ingin berbelanja di Swiss, Anda bisa tetap pakai Euro. Kasir di Swiss mempunyai perhitungan konversi mata uang yang canggih, sebagai contoh, saya sempat beli 1 buah pisang. Harganya tertulis Fr1. Lalu saya kasih uang Euro1, nah saya dapat kembalian dalam uang Swiss Franc sebesar 15 cents. Hitung sendiri deh konversinya hehehee

Jika Anda ingin memiliki uang Swiss Franc tapi tidak membawanya, Anda cukup gunakan kartu debit bank lokal Indonesia, misal Bank Mandiri atau BCA, Anda bisa menarik di ATM terdekat. Uang Swiss Franc langsung keluar dan uang di bank Anda akan berkurang sesuai kurs valas hari itu. Dan Anda akan dikenakan Rp20.000 setiap kali tarik tunai di luar negeri. Praktis sekali. Karena kursnya kadang malah lebih bagus daripada kurs di money changer di Indonesia. Tapi ingat Anda hanya bisa menarik tunai sesuai maksimal penarikan Anda di bank. Misal sekali tarik di ATM Indonesia adalah Rp10jt, maka maksimal penarikan Anda di Eropa adalah valas setara Rp10jt juga (per hari) atau sekitar Euro 800an.

Kira-kira satu jam perjalanan dengan bus dari Kota Milan sudah sampai di border Swiss yaitu Kota Como (Italia) dan Kota Chiasso (Swiss).

Swiss memang beda dengan Italia, Italia terlihat mempunyai kultur lebih keras, baik suara maupun sifatnya, waktu nyeberang aja kalau ada mobil lewat, orang Italia bisa keluarkan tangan sambil teriak-teriak. Sementara di Swiss terlihat jarang penduduk dan lebih santai. Tak heran menurut survey, orang Swiss tergolong awet usia, umur terpanjang adalah orang Swiss. (more…)